Lompat ke isi utama
Berita
Suasana upacara berlangsung penuh penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa. Rangkaian kegiatan dimulai dari penghormatan pada bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, hingga pembacaan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Seluruh rangkaian tersebut dilaksanakan mengacu pada pedoman nasional peringatan Harkitnas ke-118 Tahun 2026.
humas
BAWASLU PRABUMULIH GAUNGKAN SEMANGAT KEBANGKITAN NASIONAL LEWAT UPACARA HARKITNAS KE-118
peran strategis Bawaslu dalam pengawasan PDPB dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan proses demokrasi berjalan transparan dan akuntabel. Bawaslu tidak hanya melakukan pengawasan administratif, tetapi juga memastikan bahwa proses pencocokan data benar-benar dilakukan sesuai kondisi faktual di lapangan. Karena itu, Bawaslu Prabumulih berharap masyarakat mulai memiliki kesadaran kolektif untuk aktif melaporkan setiap perubahan data kependudukan secara mandiri kepada instansi pemerintahan terdekat.
humas
Bawaslu Prabumulih Kawal Ketat Coktas PDPB Triwulan II 2026, Pastikan Data Pemilih Tetap Akurat dan Mutakhir
Secara historis, Hari Buruh lahir dari perjuangan panjang kaum pekerja dunia pada akhir abad ke-19 yang menuntut hak atas jam kerja layak dan perlindungan kerja yang manusiawi. Dari sejarah tersebut, lahirlah kesadaran global bahwa pekerja bukan sekadar bagian dari sistem produksi, melainkan manusia yang memiliki hak, martabat, dan kehidupan yang harus dihormati.
humas
Hari Buruh 2026: Menghargai Kerja, Menjaga Martabat Manusia
Hari Tari Sedunia juga mengandung pesan kuat bahwa ekspresi tidak mengenal batas—baik batas budaya, etnis, maupun politik . Hal ini selaras dengan prinsip demokrasi yang memberikan ruang kebebasan berekspresi, selama tetap berada dalam koridor hukum dan etika.
humas
Bawaslu Prabumulih: Hari Tari Sedunia 2026 Teguhkan Nilai Demokrasi, Keberagaman, dan Persatuan
Dalam setiap gerak tari, tidak ada keseragaman yang dipaksakan. Yang ada justru perbedaan yang dirangkai menjadi harmoni. Demokrasi pun demikian. Ia tidak dibangun dari suara yang sama, melainkan dari keragaman yang dikelola dengan kesadaran dan kedewasaan.
humas
Gerak yang Menyatukan, Demokrasi yang Dikuatkan: Catatan Bawaslu Prabumulih di Hari Tari Sedunia 2026