Lawan Kanker Dimulai dari Kantor, Bawaslu Prabumulih Terima Sosialisasi Kesehatan
|
Lawan Kanker Dimulai dari Kantor, Bawaslu Prabumulih Terima Sosialisasi Kesehatan
Prabumulih, Bawaslu Kota Prabumulih — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Prabumulih menerima kegiatan Sosialisasi Kanker dan Tumor yang dilaksanakan oleh Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara Indonesia, Senin, 26 Januari 2026, pukul 10.00 WIB, bertempat di Kantor Bawaslu Kota Prabumulih.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara dan telah mendapat persetujuan resmi Bawaslu Kota Prabumulih sebagaimana tertuang dalam surat balasan tertanggal 23 Januari 2026 yang ditandatangani Ketua Bawaslu Kota Prabumulih, Afan Sira Oktrisma
Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara Indonesia yang beralamat di Jalan Kompleks Filano BCA Blok A.21, Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Sumatera Barat, hadir memberikan edukasi kesehatan kepada jajaran pimpinan dan seluruh pegawai Bawaslu Kota Prabumulih.
Dalam pemaparannya, tenaga sosialisasi Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara menjelaskan bahwa kanker merupakan penyakit serius akibat pertumbuhan sel tidak normal yang dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh. Jenis kanker yang banyak ditemukan di masyarakat antara lain kanker payudara, kanker serviks, kanker paru-paru, kanker hati, kanker usus besar, dan kanker darah.
“Kanker tidak muncul secara tiba-tiba. Ada banyak faktor pemicu, mulai dari pola makan tidak sehat, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, hingga paparan zat berbahaya dalam jangka panjang,” ujar salah satu tenaga sosialisasi saat sesi pemaparan.
Kelompok yang rentan terhadap kanker di antaranya perokok aktif dan pasif, individu dengan gaya hidup sedentari, serta mereka yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga. Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan menjadi kunci utama.
Peserta juga diperkenalkan beberapa tumbuhan yang memiliki daya anti kanker. Dalam tumbuhan herbal tertentu tersebut ada zat penting yang bernama RIP. Sebagai zat anti kanker, RIP (Ribosom Inacting Protein) memiliki fungsi sebagai berikut:
Memblokir pertumbuhan sel kanker
Mampu menon-aktifkan perkembangan sel kanker
Mematikan sel kanker sampai ke akar tanpa merusak jaringan sel normal di sekitarnya
Beberapa tumbuhan yang mengandung RIP cukup tinggi untuk obat pencegahan kanker diantaranya: Sirsak (35%), Sambiloto (30%), Benalu teh (50%), Keladi Tikus (50%), dan Temuputih (95%). Sebagai tumbuhan yang mengandung RIP paling tinggi dan memiliki sifat antiflamasi, selain mampu mencegah tumbuhnya kanker dan tumor.
“RIP dalam kandungan tumbuhan ini sederhana, tapi sangat penting. Rutin cek kesehatan, cari informasi yang benar tentang kanker, dan segera berobat jika ada keluhan. Konsumsi ramuan herbal tersebut dengan rutin, dan jangan menunggu parah,” tegas pemateri dalam sesi tanya jawab.
Tumbuhan yang memiliki kandunbgan RIP tertinggi ialah:
Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme), yang mengandung senyawa aktif penghambat pertumbuhan sel abnormal.
Sambiloto (Andrographis paniculata), dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Temu Putih (Curcuma zedoaria), yang mengandung kurkuminoid sebagai antioksidan alami.
Dalam kesempatan tersebut, Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara menggesa seluruh pegawai Bawaslu Kota Prabumulih untuk mulai menerapkan perilaku hidup sehat, seperti menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, menghindari rokok, serta mengelola stres. “Pegawai adalah aset institusi. Kalau sehat, kinerjanya juga optimal. Pencegahan jauh lebih murah dan lebih baik daripada pengobatan,” ungkap salah satu narasumber.
Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara Indonesia memiliki visi mewujudkan masyarakat yang sadar dan peduli terhadap pencegahan kanker. Misinya meliputi edukasi kesehatan, pendampingan penderita kanker, serta penyaluran bantuan sosial. Salah satu bentuk nyata kepedulian yayasan adalah pemberian bantuan dana sebesar Rp2.000.000,- kepada penderita kanker dari kalangan tidak mampu, guna membantu meringankan beban pengobatan.
Bawaslu Kota Prabumulih menyambut positif kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan di lingkungan kerja. Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga serta mampu menjadi agen penyebar informasi pencegahan kanker di tengah masyarakat.
[fr]
fr