HUT ke-18 Bawaslu, Bawaslu Prabumulih Tegaskan Komitmen “Mengukuhkan Demokrasi” di Tengah Tantangan Era Digital
|
HUT ke-18 Bawaslu, Bawaslu Prabumulih Tegaskan Komitmen “Mengukuhkan Demokrasi” di Tengah Tantangan Era Digital
Prabumumlih, 9/April/2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) genap berusia 18 tahun pada 9 April 2026. Momentum ini dimaknai sebagai refleksi perjalanan panjang lembaga pengawas pemilu dalam menjaga integritas demokrasi di Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen ke depan melalui tema besar “Mengukuhkan Demokrasi.”
Bawaslu Kota Prabumulih turut memperingati hari jadi tersebut dengan semangat memperkuat peran pengawasan partisipatif serta meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kualitas demokrasi.
Mengacu pada Surat Edaran Ketua Bawaslu Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Publikasi Peringatan HUT ke-18 Bawaslu, peringatan tahun ini tidak hanya menjadi seremoni, melainkan juga sarana refleksi atas kontribusi Bawaslu sejak berdiri pada 2008 dalam mengawal proses pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa Bawaslu memiliki peran sentral sebagai garda terdepan dalam memastikan setiap tahapan demokrasi berjalan transparan dan akuntabel, sekaligus menjamin bahwa suara rakyat benar-benar terwujud dalam hasil pemilu.
Ketua Bawaslu Kota Prabumulih dalam pernyataannya menyampaikan bahwa usia ke-18 menjadi tonggak penting untuk memperkuat fondasi demokrasi yang berkelanjutan.
“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-18 Bawaslu, 9 April 2026. Delapan belas tahun perjalanan ini menjadi bukti komitmen kita dalam mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas,” ujarnya. Ia menambahkan, tema “Mengukuhkan Demokrasi” menjadi ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk tidak hanya berpartisipasi dalam pemilu, tetapi juga menjaga kualitasnya.
Demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi tentang tanggung jawab bersama dalam menjaganya. Bawaslu akan terus hadir, mengawasi, dan memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik.
Dalam peringatan tahun ini, Bawaslu juga menyoroti pentingnya peran masyarakat di era digital. Lia Siska Indrian selaku Anggota Bawaslu Prabumulih yang membidangi divisi HP2H juga mengingatkan bahwa media sosial kini menjadi ruang baru dalam praktik demokrasi.
“Di era digital, media sosial menjadi ruang baru demokrasi. Mari kita bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Tolak hoaks, hindari ujaran kebencian, dan gunakan media sosial untuk memperkuat persatuan,” ungkapnya di sela-sela proses pengambilan video dan rapat bersama pimpinan lainnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran strategis sebagai pengawas partisipatif, termasuk dalam ruang digital yang kian dinamis.
Sementara itu, pimpinan lainnya menekankan bahwa keberhasilan demokrasi tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi seluruh pihak. “Demokrasi tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan peran kita semua pemerintah, penyelenggara, dan masyarakat. Karena demokrasi yang kuat adalah hasil kerja bersama,” ujar Kordiv P3S.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, Bawaslu secara nasional juga menggelar berbagai kegiatan publikasi dan edukasi, termasuk penyebarluasan konten digital, pembuatan flyer, video ucapan, hingga turut sertanya Prabumulih pada kompetisi konten kreatif yang melibatkan Bawaslu di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang demokrasi, memperluas partisipasi publik, serta memperkuat kedekatan Bawaslu dengan masyarakat.
Bawaslu Prabumulih menegaskan akan terus berkomitmen menjadi pengawas yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, demi terwujudnya demokrasi yang semakin berkualitas di Indonesia.
Dengan semangat HUT ke-18 ini, Bawaslu mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga demokrasi, karena demokrasi yang kuat hanya dapat terwujud melalui keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa. [fr]
fr