Bawaslu Kota Prabumulih Gelar “Ngabuburit Pengawasan” dengan Fokus Pencegahan Hoaks Kepemiluan di Era Digital
|
Bawaslu Kota Prabumulih Gelar “Ngabuburit Pengawasan” dengan Fokus Pencegahan Hoaks Kepemiluan di Era Digital
Prabumulih, Rabu (11/3/2026) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Prabumulih kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pengawasan pemilu melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang digelar pada Rabu, 11 Maret 2026 pukul 16.00 WIB di Kantor Bawaslu Kota Prabumulih.
Kegiatan ini mengusung tema besar “Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu” dengan sub tema “BEDUK AWASI 2026: Peran Bawaslu Prabumulih Pada Pencegahan Hoax Kepemiluan di Era Digital.” Tema tersebut selaras dengan arah kebijakan pencegahan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2026, sekaligus memperkuat implementasi strategi HPPH (Humas, Publikasi, dan Hubungan Antar Lembaga) dalam menghadapi tantangan pengawasan di era digital.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan, staf, dan pegawai di lingkungan Bawaslu Kota Prabumulih sebagai bentuk konsolidasi internal serta penguatan kapasitas kelembagaan dalam menghadapi dinamika informasi yang berkembang pesat di masyarakat.
Kordiv HP2H Prabumulih, Lia Siska Indriani menegaskan bahwa penyebaran hoaks kepemiluan menjadi salah satu tantangan serius dalam menjaga kualitas demokrasi. Oleh karena itu, Bawaslu perlu mengambil peran strategis melalui pendekatan pencegahan yang adaptif, edukatif, dan dialogis.
“Melalui kegiatan ini, kita memperkuat peran kelembagaan Bawaslu tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai edukator publik dalam menangkal hoaks kepemiluan. Ini menjadi bagian penting dari strategi pengawasan partisipatif,” ujarnya.
Kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini juga merujuk pada praktik serupa yang dilakukan oleh jajaran Bawaslu di berbagai daerah selama bulan Ramadan, yang memanfaatkan momentum kebersamaan untuk menyampaikan edukasi demokrasi kepada masyarakat. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran publik sekaligus membangun kepercayaan terhadap lembaga pengawas pemilu.
Di Kota Prabumulih, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat strategi pengawasan partisipatif melalui pendekatan yang lebih komunikatif dan mudah dipahami masyarakat, khususnya dalam menghadapi maraknya disinformasi di era digital. Diskusi yang berlangsung menitikberatkan pada pentingnya literasi digital, peningkatan kewaspadaan terhadap informasi yang menyesatkan, serta peran aktif masyarakat dalam melaporkan potensi pelanggaran pemilu.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarpegawai di bulan suci Ramadan. Nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Ramadan dimanfaatkan untuk membangun integritas, memperkuat etika kerja, serta meningkatkan solidaritas dalam menjalankan tugas pengawasan.
Di akhir kegiatan, seluruh pimpinan dan staf Bawaslu Kota Prabumulih turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri sebagai bentuk kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bawaslu Kota Prabumulih berharap dapat terus menguatkan spirit kelembagaan, meningkatkan efektivitas pencegahan pelanggaran, serta mendorong peran aktif masyarakat dalam mengawal demokrasi yang bersih, transparan, dan berintegritas.