Meneguhkan Semangat Persatuan, Bawaslu Prabumulih Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81
|
Meneguhkan Semangat Persatuan, Bawaslu Prabumulih Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81
Prabumulih, 1/6/2026 – Bawaslu Kota Prabumulih menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 Tahun 2026 pada Senin (1/6/2026) di halaman Kantor Bawaslu Prabumulih. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat sebagai wujud komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di lingkungan penyelenggara pemilu.
Upacara dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Prabumulih, Afan Sira Oktrisma, yang bertindak sebagai Pembina Upacara. Dalam pelaksanaannya, beliau didampingi oleh Anggota Bawaslu Prabumulih, Lia Siska Indriani dan Bery Andika. Seluruh jajaran pegawai, baik Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS), turut mengikuti upacara dengan penuh khidmat dan rasa nasionalisme.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi nilai universal yang mampu menghadirkan perdamaian, persatuan, dan keadilan di tengah berbagai tantangan global.
Pelaksanaan upacara di lingkungan Bawaslu Prabumulih mengacu pada Surat Edaran Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 serta Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Rangkaian upacara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan masuknya Pemimpin Upacara ke lapangan upacara yang kemudian mengambil alih pasukan. Setelah Pembina Upacara memasuki lapangan dan penghormatan umum diberikan, kegiatan dilanjutkan dengan laporan kesiapan upacara sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian acara.
Suasana khidmat semakin terasa saat pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Seluruh peserta upacara berdiri tegak memberikan penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pendiri bangsa yang telah meletakkan dasar-dasar kemerdekaan Indonesia.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Pembina Upacara sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai bagian penting dari peringatan Hari Lahir Pancasila, Ketua Bawaslu Prabumulih membacakan teks Pancasila yang diikuti seluruh peserta upacara secara serentak. Setelah itu, dilakukan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjadi landasan konstitusional kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada kesempatan tersebut, Pembina Upacara juga membacakan pidato Kepala BPIP Republik Indonesia. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Pancasila merupakan “bintang penuntun” bangsa Indonesia yang telah terbukti mampu mempersatukan keberagaman serta menjadi jangkar moral dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan global.
Pidato tersebut juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus terus diimplementasikan dalam tindakan nyata demi menjaga harmoni kebangsaan dan memperkuat demokrasi Indonesia.
Setelah pembacaan doa, upacara ditutup dengan laporan akhir Pemimpin Upacara, penghormatan kepada Pembina Upacara, serta meninggalkan lapangan upacara sebagai tanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 ini menjadi momentum penting bagi jajaran Bawaslu Prabumulih untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas pengawasan demokrasi yang berintegritas, adil, dan berkeadaban.
Melalui peringatan ini, diharapkan semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air semakin mengakar dalam diri setiap insan Bawaslu serta masyarakat luas. Sebab, sebagaimana tema yang diusung tahun ini, Pancasila akan terus menjadi pemersatu bangsa sekaligus fondasi bagi terwujudnya perdamaian dunia yang berkelanjutan. [fr]
fr