Lompat ke isi utama

Berita

Hari Kesaktian Pancasila 2026: Bawaslu Prabumulih Teguhkan Semangat Persatuan dan Demokrasi

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut juga digunakan dalam upacara yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara pada 1 Oktober 2026. Rangkaian upacara nasional antara lain diisi dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, pembacaan Pancasila, pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan ikrar untuk meneguhkan komitmen terhadap Panca

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut juga digunakan dalam upacara yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara pada 1 Oktober 2026. Rangkaian upacara nasional antara lain diisi dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, pembacaan Pancasila, pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan ikrar untuk meneguhkan komitmen terhadap Pancasila.

Hari Kesaktian Pancasila 2026: Bawaslu Prabumulih Teguhkan Semangat Persatuan dan Demokrasi

Prabumulih — Bawaslu Kota Prabumulih menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 pada Kamis, 1 Oktober 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus fondasi dalam menjaga persatuan dan kehidupan demokrasi.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut juga digunakan dalam upacara yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara pada 1 Oktober 2026. Rangkaian upacara nasional antara lain diisi dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, pembacaan Pancasila, pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan ikrar untuk meneguhkan komitmen terhadap Pancasila.

Pedoman Kementerian Kebudayaan untuk peringatan tahun 2026 juga mengarahkan satuan kerja di luar Senayan dan unit pelaksana teknis di daerah untuk menyelenggarakan upacara bendera dengan mengacu pada pedoman penyelenggaraan yang telah ditetapkan. Upacara peringatan secara nasional dilaksanakan pada 1 Oktober 2026 di Monumen Pancasila Sakti.

Bagi Bawaslu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna yang erat dengan tugas menjaga kualitas demokrasi. Pancasila mengajarkan pentingnya persatuan di tengah keberagaman, penghormatan terhadap kemanusiaan, musyawarah, serta keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi relevan dalam penyelenggaraan pemilu karena demokrasi tidak cukup hanya berlangsung secara prosedural, tetapi juga harus dijalankan dengan menjunjung integritas, keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Upacara tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga Pancasila bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga negara, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Bagi jajaran Bawaslu Prabumulih, semangat tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pengawasan secara profesional dan berintegritas, peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengawasi proses demokrasi, serta penguatan budaya demokrasi yang menghormati aturan dan perbedaan.

Hari Kesaktian Pancasila pada akhirnya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk menerjemahkan nilai Pancasila dalam tindakan nyata—menjaga persatuan, menolak kekerasan, menghormati perbedaan pilihan, serta membangun kehidupan demokrasi yang berkeadaban. Dari nilai-nilai itulah demokrasi Indonesia dapat terus tumbuh dan memberikan ruang yang adil bagi seluruh warga negara. [fr]

 

fr